Pengikut

RSS

ILMU BUDAYA DASAR


Nama : Larasati Setia Putri
Kelas : 1IA12
NPM   : 54411069

ILMU BUDAYA DASAR

Pengertian Ilmu Budaya Dasar 
Secara sederhana IBD ( Ilmu Budaya Dasar ) adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia,berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebihberbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi,lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilaimanusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajariilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya  yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuandasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlianyang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usahauntuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuankritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkutdirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya,
    sehingga mereka lebih mudah menyesuaikandiri dengan lingkungan yang
     baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka
    tentang masalah kemansiaan danbudaya serta mengembangkan daya kritis
   mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua haltersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa
    dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh
      ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat.
4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademis agar mereka lebih
    mampu berdialog satu sama lain. Denganmemiliki satu bekal yang sama, para
     akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.
Contoh sederhana adalah saat kita membuang sampah tidak pada tempatnya. Sebagian besar penduduk Jakarta membuang sampah di sungai ciliwung, tidaklah mengherankan bila sungai ini selalu menjadi sumber banjir di kota Jakarta. Karena terlalu banyak sampah yang menumpuk pada sungai ciliwung, orangpun dapat berjalan pada tumpukan sampah yang mengapung tersebut. Ciliwung adalah sungai terkotor nomor satu didunia. Padahal sering kita jumpai slogan “buanglah sampah pada tempatnya”, namun kata-kata tersebut sering kitaabaikan.
Saran :
Mulailah menaati peraturan dari hal yang paling kecil, yaitu membuang sampah pada tempatnya. Seperti yang kita ketahui bahwa Negara jepang adalah negara yang paling bersih, bukan Belanda, bukan Amerika, bukan Australia. Parameter nomor satunya adalah toilet umum. Jalan-jalan di perkotaan pun bersih dari sampah, tertata rapi dan asri. Bayangkan jika Jakarta seperti
negara Jepang, pasti tidak akan terjadi banjir di kota Jakarta. http://www.gunadarma.ac.id/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar